Mafia Migas vs Pertamina, Membongkar Skenario Asing di Indonesia

Qty
"Go to hell with your aid!" Sukarno lantang menolak bantuan dari Amerika Serikat. Sejarah mencatat, pada era kepemimpinan Sukarno, Amerika Serikat dan negara-negara asing lainnya kesulitan untuk menanamkan pengaruhnya. Bapak Proklamator itu ingin putra-putri bangsa sendiri yang mengelola sumber daya alam Indonesia.
 
Keberadaan asing dalam bisnis migas di Nusantara sudah ada sejak Belanda mendirikan perusahaan-perusahaan minyak Royal Dutch. Sejak itu, sejumlah perusahaan minyak Eropa dan Amerika Serikat berdatangan ke Nusantara untuk berinvestasi, salah satunya adalah Standard Oil. Dan, sejak itu pula terjadilah pertarungan bisnis di antara mereka.
 
Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI, Pemerintah membentuk perusahaan minyak yang dikelola oleh militer. Sukarno memercayakan perputaran roda bisnis migas itu kepada Ibnu Sutowo. Kendati demikian, Sukarno tetap membuka keran investasi dengan aturan super-ketat. Dampaknya, para investor asing merasa terusik. Oleh sebab itu, skenario pun dibuat, mereka bersekongkol menggulingkan Sukarno demi menguasai migas Indonesia. Buku ini mencoba menelisik skenario asing itu sekaligus upaya penggerogotan peran Pertamina agar Indonesia tidak memiliki kedaulatan atas buminya.
 
"Kamu tahu, sejak 1932 aku berpidato di depan Landraad soal modal asing ini? Soal bagaimana perkebunan-perkebunan itu dikuasai mereka. Jadi Indonesia ini tidak hanya berhadapan dengan kolonialisme, tetapi berhadapan dengan modal asing yang memperbudak bangsa Indonesia. Saya ingin modal asing ini dihentikan, dihancurleburkan dengan kekuatan rakyat, kekuatan bangsa sendiri."

Anda Harus Signin untuk menulis reviews.



Buku Lain di Kategori Sosial Politik

Ibnu Subiyanto
Galangpress
Rp 81,000.00
Susanti dkk
INSIST PRESS
Rp 36,000.00
Ismantoro Dwi Yuwanto
-
Rp 36,000.00
BASKARA T WARDAYA
Galangpress
50000.00